Tersangka Trafficking Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka Trafficking Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka Trafficking Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka Trafficking Terancam 15 Tahun Penjara
Tersangka Trafficking Terancam 15 Tahun Penjara

BANDUNG-Polda Jabar mengamankan tiga orang tersangka tindak pidana

perdagangan orang. Satu di antaranya merupakan warga negara asing.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan atas perbuatannya tiga orang tersangka dikenakan pasal 2 dan atau 4 dan atau 6 dan atau pasal 10 dan atau pasal 11 UU RI no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang junto pasal 88 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Tersangka bisa dikenai hukuman penjara selama 15 tahun,” katanya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (26/7/2018)

Pengungkapan kasus perdagangan orang tersebut bermula dari laporan

yang masuk pada 6 Juli lalu. Dari hasil penyelidikan polisi mengamankan tiga orang tersangka yakni YH alias AAN, GC, dan TDD alias vivi.

“Ada satu orang korban weyang berhasil melarikan diri dan melapor kepada salah satu Polres di Jawa Barat, kemudian kami tindak-lanjuti,” ujarnya

Kapolda Jabar mengungkapkan modus yang dilakukan adalah GC yang merupakan warga asli Tiongkok mendatangi Indonesia dengan menggunakan visa wisata, ia bekerjasama dengan YH dan TDD untuk merekrut perempuan yang akan dijual. Dalam menjalankan aksinya para tersangka mendekati orang tua korban dengan menjanjikan pekerjaan yang layak di Tiongkok.

“Dua warga Indonesia mendatangi kampung-kampung untuk mencari korban

. Selain itu, para orang tua korban diberi uang sebesar Rp 10 juta,” ungkapnya.

Korban yang berhasil direkrut, kemudian diberangkatkan ke Tiongkok, setelah sebelumnya ditampung di apartemen green Hills Jakarta selama para tersangka melakukan pengurusan dokumen. Namun setelah diberangkatkan, para korban dinikahkan dengan orang Tiongkok.

“Setelah sampai di sana (Tiongkok), dikawin kontrak selama tiga bulan. Tapi realisasinya tidak selama itu, ternyata dijual lagi ke pihak lain dan korban tidak dibayar sehingga tidak bisa pulang ke tanah air,” jelasnya.

Agung menambahkan pengungkapan tersebut bermula dari seorang korban yang berhasil melarikan diri saat berada di Apartemen Green Hills. Korban tersebut melarikan diri karena mendapat kabar dari seorang temannya yang sudah berada di Tiongkok jika mereka tidak dipekerjakan sebagaimana yang dijanjikan namun dikawinkan dengan warga di sana.

“Korban yang melarikan diri tersebut melapor, kemudian kami tindaklanjuti dan berhasil menyelamatkan enam orang korban di apartemen Green Hills,” pungkasnya (Pun)

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/kulit-rambut-dan-kuku-termasuk-kedalam-sistem/