TEN COMMANDMENTS OF COMPUTER ETHICS

TEN COMMANDMENTS OF COMPUTER ETHICS

TEN COMMANDMENTS OF COMPUTER ETHICS

TEN COMMANDMENTS OF COMPUTER ETHICS
TEN COMMANDMENTS OF COMPUTER ETHICS

Ada beberapa unsure dalam system sekolah yang harus diperhatikan :

Goal atau tujuan

Tidak ada seorang pun yang hidup dan bekerja tanpa tujuan. Dikarenakan tujuanlah setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban, baik dihadapan masnusia maupun di hadapan tuhan. Demikian pula dengan sekola, jika ingin berubah dari kondisi sekarang menuju kondisi yang diidealkan maka tujuan dan arah perubahan tersebut harus irumuskan erlebih dahulu. Sekolah bisa merujuk pada sekolah lain sebagai kiblat perubahan. Tentu saja, sekolah lain yang dijadikan rujukan adalah sekolah yang sistemnya sudah jauh lebih baik. Sekolah rujukan hanya salah satu cara memperjelas tujuan. Kalau tidak menemukan sekolah yang sesuai dengan yang diidealkan, amak sekolah tidak perlu memaksakan diri menentukan kiblat perubahan. Menyusun agenda perubahan sendiri justru lebih tepat karena lebih sesuai dengan kebutuhna. Terkait dengan cara mewujudkan system yang berwibawa untuk mendukung tumbuhnya kewibawaan guru secara keseluruhan, tujuan yang digariska dalam program harus focus terhadap objek.

Training yang sesuai

Tujuan yang telah ditetapkan oleh sekolah harus didalami dan diurai lebih jauh agar setiap guru memiliki landasan berpikir dan berkgerak yang benar. Untuk mewujudkan hal ini, skeolah perlu mengadakan pelatihan atau workshop bagi guru. Pemilihan training yang tidak sesuai dengan kebutuhan hanya akan merugikan sekolah. Materi training yang tidak tepat hanya akan mengeluarkan biaya yang tidak sebanding dengan tujuan yang ingin dicapai.

Forum aplikasi

Jika sudah menemukan jenis training yang dibutuhkan segera laksanakan kegiatan itu. Kemudian hasil pelatihan atau workshop segera dibawa dan dibahas dalam sebuah forum yang menjembatani antara training dengan aplikasi di lapangan.

Rule and procedure

Setelah enentukan goal dan menyelenggarakan pelaihan, sekoleh perlu menindaklanjui dengan menyusun rule and procedure. Secara sederhana, yang dimaksud rule adalah aturan-aturan formal yang enjelaskan kepada warga sekolah mengenai hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh untuk dikerjakan. Sementara procedure adalah seperangka aturan yang berisi cara-cara yang bisa dilakukan agar auran bisa ditegakkan. System sekolah yang berwibawa mampu meminimalkan munculnya sebala bentuk kesemrawutan, baik dalam skala kecil maupun besar, baik sering maupun jarang. Sekolah pada hakekatnya adalah sebuah program besar ang terdiri atas program-program kecil didalamnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah hanya merupakan bagian kecil dari sekolahan. Salah satu persiapan yang diperlukan untuk semua aktivitas adalah penyusunan aturan dan prosedur untuk setiap kegiatan. Keberhasilan menyusun aturan dan prosedur ini bernilai setengah langkah menuju kesuksesan sekolah dalam membangun system yang berwibawa.

Sarana yang sesuai

Tidak ada gunanya sekolah memiliki rule and procedure yang bagus jika tidak diimbangi sarana dan prasarana yang mendukung. Untuk itu, sekolah yang telah memiliki aturan dan prosedr hendaknya menyiapkan pula semua sarana yang dibutuhkan demi tegaknya aturan dan prosedur tersebut.

Training untuk siswa

Siswa harus dilatih cara menjalankan prosedur dan memanfaatkan sarana-sarana yang telah disediakan. Semua kegiatan kecil itu harus berada dalam keteraturan system. Semua kegiatan harus didesain secara rapi agar bisa dipertanggungjawabkan sebagai proses pendidikan. Salah satu cata menyentuhkan system ke dalam semua spek kegiatan adalah training untuk siswa.

Baca Juga :