SUMBER PENDERITAAN YANG DIALAMI MANUSIA

SUMBER PENDERITAAN YANG DIALAMI MANUSIA

Penderitaan erat sekali hubungannya dengan hidup manusia, bahkan dapat berfungsi sebagai dinamisator kehidupan manusia. Menurut salah satu ajaran (dharma) Sri Budha yang dikenal dengan sebutan Satvari Aryasatyani dikatakan bahwa sifat utama hidup manusia adalah penderitaan, karena manusia harus menjalani rantai kehidupan: lahir, tumbuh, tua, sakit, mati, dan selanjutnya lahir kembali. Dikatakan selanjutnya bahwa penderitaan disebabkan karena nafsu hidup: bahwa penderitaan itu dapat dihapuskan, dan selanjutnya ditunjukkan cara untuk menghapuskan atau memperkecil penderitaan.
Penderitaan dapat terjadi secara jasmani maupun rohani. Jasmani sendiri berarti tubuh atau wadah konkrit daripada pribadi. Jasmani merupakan unsur yang hidup dalam pribadi manusia.

Penderitaan secara jasmani bisa terjadi dikarenakan:

a. Perbuatan buruk manusia. Dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Karena nasib buruk inilah manusia itu sendiri maupun manusia disekitarnya menjadi menderita.
b. Timbul karena penyakit, siksaan maupun azab Tuhan.
Sedangkan secara rohani, yang sering disebut jiwa, badan halus dan mind merupakan unsur yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera. Rohani sendiri memiliki alat dan kemampuan yang bisa berkontribusi membuat manusia menjadi menderita apabila berlebihan alam pengaplikasiannya, yaitu:
a. Nafsu, adalah semua dorongan yang ditimbulkan oleh segala macam kebutuhan, termasuk pula insting sehingga menimbulkan keinginan. Batas antara nafsu dan keinginan tidak terlalu jelas. Menurut Poedjawijatna (1984) menyamakan antara keinginan dan nafsu.
b. Perasaan, merupakan gejala psikis menyangkut suasana batiniah manusia. Perasaan timbul di dalam batin akibatkontak manusia degan lingkungannya. Adapun rangsangan dari lingkungan menimbulkan reaksi, dalam kaitan ini adalah reaksi emosional. Reaksi emosional ini dapat sesuai dengan kehendak pribadi dan akan melahirkan rasa puas, senang maupun sikap yang positif. Akan tetapi, dapatpula terjadi reaksii emosional yang negatif sehingga menimbulkan penderitaan.
c. Pikiran, disebut juga akal maupun budi. Dimiliknya pikiran ini memungkinkan manusia mempertmbangkannya, membedakan, dan mengambil keputusan berdasarkan alasan-alasannya sendiri.
d. Kemauan, disebut juga kehendak. Dimilikinya kehendak atau kemauan dalam diri manusia memungkinkan manusia memilih. Kemauan merupakan pelaksana mengenai apa yang telah dipertimbangkan oleh akal budi dan perasaan.

Recent Posts