Prosedur Pengumpulan dan Analisis Bahan Hukum

 Prosedur Pengumpulan dan Analisis Bahan Hukum

Bahan hukum primer dikumpulkan dengan cara melakukan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan, setelah itu diambil peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan permasalahan hukum yang akan dibahas, sedangkan bahan hukum sekunder yaitu bahan pustaka yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas, dikumpulan melalui studi kasus.

Bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang telah dikumpulkan, disusun dan dibaca secara sistematis, kemudian bahan hukum ini dianalisis dengan berdasarkan aturan-aturan hukum yang terkait dengan Hukum Agraria, serta dilakukan interpretasi terhadap aturan-aturan hukum yang terkait guna menemukan jawaban atas permasalahan hukum yang ditemukan.

BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Bentuk Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah Melalui Peradilan Umum.

Di Indonesia sulit untuk mendapatkan pengaturan yang memadai atau lengkap mengenai penyelesaian sengketa melalui alternatif penyelesaian sengketa, dalam Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 bahwa alternatif penyelesaian sengketa adalah lembaga penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui prosedur yang disepakati oleh Para pihak, yakni penyelesaian di luar pengadilan dengan cara konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, atau penilaian ahli.

Sengketa biasanya bermula dari suatu situasi dimana ada pihak yang merasa dirugikan oleh pihak lain. Hal ini diawali dengan perasaan tidak puas yang bersifat subjektif dan tertutup. Kejadian ini dapat dialami oleh perorangan maupun kelompok. Perasaan tidak puas akan muncul kepermukaan apabila terjadi conflik interest. Pihak yang merasa dirugikan akan menyampaikan ketidakpuasannya kepada pihak kedua dan apabila tidak ada titik temu penyelesaian maka ini dikatakan sebagai sengketa yang secara garis besar terdapat dua kubu / pihak yang mempunyai pendirian masing-masing.

https://promo-honda.id/planmaker-full-apk/