Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang terdiri dari kumpulan bakteri, kotoran, dan sisa makanan. Plak membutuhkan waktu sekitar 12 hari untuk matang dan mengeras menjadi karang gigi. Namun, laju pembentukan karang pada setiap orang berbeda tergantung pada tingkat pH saliva. Tartar di mulut orang yang memiliki pH saliva tinggi (di atas 7) dapat terbentuk lebih cepat. Tartar seharusnya tidak diremehkan. Kondisi ini tidak dapat dihilangkan secara manual hanya dengan menyikat gigi secara teratur. Selanjutnya, karang yang tidak segera dihilangkan dapat menyebabkan kambuhnya gigi, gigi berlubang dan penyakit gusi. Penghapusan karang yang muncul di sekitar garis gusi hanya dapat dilakukan dengan metode penskalaan. Seberapa umum kondisi ini? Tartar adalah salah satu masalah gigi yang paling umum. Menurut American Dental Hygienists Association, kondisi ini umumnya muncul pada usia anak-anak. Seiring waktu, karang dapat menjadi semakin banyak, sehingga Anda lebih berisiko mengalami berbagai masalah mulut. Apalagi jika Anda tidak rajin menyikat gigi atau menjaga kebersihan mulut. Tanda dan gejala Apa karakteristik dan gejala karang gigi? Tartar biasanya terbentuk di bawah dan di atas garis gusi. Saat disentuh menggunakan lidah, tartar cenderung kasar. Pada awalnya, plak berwarna putih kekuningan atau putih kecoklatan. Seiring waktu, piring yang menjadi kuning dapat menjadi hitam. Seiring waktu, plak yang menghitam akan terlihat seperti batu yang menempel pada gigi. Semakin gelap warna koral, semakin banyak plak yang menumpuk. Munculnya karang di garis gusi tidak menyebabkan gejala yang mengganggu. Tetapi jika dibiarkan, karang dapat memicu gingivitis, juga disebut gingivitis. Peradangan pada gusi juga dapat menyebabkan sejumlah gejala seperti: Gusi bengkak, berwarna kemerahan dan terasa lembut saat disentuh. Nyeri akut dan akut. Gusi mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau menggunakan benang gigi. Gum merah kehitaman. Bau mulut parah dan cenderung bertahan lama. Mungkin ada tanda dan gejala lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda memiliki keraguan tentang beberapa gejala, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Hanya dokter gigi yang dapat mengenali dan menentukan seberapa serius masalah mulut Anda. Kapan saya harus ke dokter? Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih serius. Karena itu, konsultasikan dengan dokter segera jika Anda mengalami banyak gejala yang tidak biasa. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan Anda. Dokter Anda dapat memilih perawatan yang tepat berdasarkan kondisi Anda. Pada prinsipnya, semakin cepat Anda menemui dokter, semakin baik. Penyebab Apa penyebab Tartar? Penyebab utama karang gigi adalah munculnya plak. Plak adalah lapisan lengket yang menempel pada permukaan gigi. Plak dapat terbentuk dari sisa-sisa makanan, kotoran dan bakteri yang dapat terus menumpuk dan menetap di permukaan gigi. Saat plak dibiarkan dalam waktu yang lama, plak akan mengeras. Nah, plak yang mengeras ini disebut tartar. Karang yang menumpuk lebih banyak di gigi seiring waktu juga akan mempengaruhi kesehatan gusi. Gusi menjadi meradang dan mudah teriritasi. Akibatnya, gingivitis muncul, juga dikenal sebagai gingivitis. Jika keadaan memburuk, karang dapat menyebabkan penyakit gusi (periodontitis). Pada kenyataannya, tubuh secara alami akan melawan bakteri yang menyebabkan karang pada gigi. Sayangnya, perlawanan sistem kekebalan terhadap bakteri penyebab karang membuat gigi Anda terkikis dan rusak. Akibatnya, gigi rusak. Faktor risiko Apa faktor risiko yang memicu tartar? Ada sejumlah faktor yang dapat membuat Anda lebih berisiko mencoba karang gigi. Beberapa di antaranya adalah: 1. Usia Seiring bertambahnya usia, kita akan lebih mudah mengalami berbagai masalah mulut. Termasuk pengalaman tartar. 2. Merokok Orang yang merokok dua kali lebih mungkin menderita penyakit gusi. Di sisi lain, penyakit gusi dimulai karena bakteri di dalam mulut. Jika bakteri ini tertinggal di mulut, plak dan karang dapat muncul. Keduanya adalah apa yang bisa memicu penyakit gusi. 3. Beberapa makanan Makanan manis seperti es krim, permen, kue, dll. Makanan ini dapat memicu pembentukan plak dan karang. Karena gula adalah makanan lezat yang ditunggu oleh bakteri di dalam mulut. 4. Kebersihan gigi buruk Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, sisa makanan dan bakteri dapat terus menumpuk di mulut. Akibatnya, ada risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan, termasuk

Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang terdiri dari kumpulan bakteri, kotoran, dan sisa makanan. Plak membutuhkan waktu sekitar 12 hari untuk matang dan mengeras menjadi karang gigi.

Namun, laju pembentukan karang pada setiap orang berbeda tergantung pada tingkat pH saliva. Tartar di mulut orang yang memiliki pH saliva tinggi (di atas 7) dapat terbentuk lebih cepat.

Tartar seharusnya tidak diremehkan. Kondisi ini tidak dapat dihilangkan secara manual hanya dengan menyikat gigi secara teratur. Selanjutnya, karang yang tidak segera dihilangkan dapat menyebabkan kambuhnya gigi, gigi berlubang dan penyakit gusi.

Penghapusan karang gigi

yang muncul di sekitar garis gusi hanya dapat dilakukan dengan metode penskalaan.

Seberapa umum kondisi ini?
Tartar adalah salah satu masalah gigi yang paling umum. Menurut American Dental Hygienists Association, kondisi ini umumnya muncul pada usia anak-anak.

Seiring waktu, karang dapat menjadi semakin banyak, sehingga Anda lebih berisiko mengalami berbagai masalah mulut. Apalagi jika Anda tidak rajin menyikat gigi atau menjaga kebersihan mulut.

Tanda dan gejala
Apa karakteristik dan gejala karang gigi?
Tartar biasanya terbentuk di bawah dan di atas garis gusi. Saat disentuh menggunakan lidah, tartar cenderung kasar.

Pada awalnya, plak berwarna putih kekuningan atau putih kecoklatan. Seiring waktu, piring yang menjadi kuning dapat menjadi hitam.

Seiring waktu, plak yang menghitam akan terlihat seperti batu yang menempel pada gigi. Semakin gelap warna koral, semakin banyak plak yang menumpuk.

Munculnya karang di garis gusi tidak menyebabkan gejala yang mengganggu. Tetapi jika dibiarkan, karang dapat memicu gingivitis, juga disebut gingivitis.

Peradangan pada gusi juga dapat menyebabkan sejumlah gejala seperti:

Gusi bengkak, berwarna kemerahan dan terasa lembut saat disentuh.
Nyeri akut dan akut.
Gusi mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.
Gum merah kehitaman.
Bau mulut parah dan cenderung bertahan lama.
Mungkin ada tanda dan gejala lain yang belum disebutkan di atas.

Jika Anda memiliki keraguan tentang beberapa gejala, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Hanya dokter gigi yang dapat mengenali dan menentukan seberapa serius masalah mulut Anda.

Kapan saya harus ke dokter?
Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih serius. Karena itu, konsultasikan dengan dokter segera jika Anda mengalami banyak gejala yang tidak biasa.

Tubuh setiap orang bereaksi berbeda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan Anda. Dokter Anda dapat memilih perawatan yang tepat berdasarkan kondisi Anda.

Pada prinsipnya, semakin cepat Anda menemui dokter, semakin baik.

Penyebab
Apa penyebab Tartar?
Penyebab utama karang gigi adalah munculnya plak. Plak adalah lapisan lengket yang menempel pada permukaan gigi.

Plak dapat terbentuk dari sisa-sisa makanan, kotoran dan bakteri yang dapat terus menumpuk dan menetap di permukaan gigi. Saat plak dibiarkan dalam waktu yang lama, plak akan mengeras. Nah, plak yang mengeras ini disebut tartar.

Karang yang menumpuk lebih banyak di gigi seiring waktu juga akan mempengaruhi kesehatan gusi. Gusi menjadi meradang dan mudah teriritasi. Akibatnya, gingivitis muncul, juga dikenal sebagai gingivitis. Jika keadaan memburuk, karang dapat menyebabkan penyakit gusi (periodontitis).

Pada kenyataannya, tubuh secara alami akan melawan bakteri yang menyebabkan karang pada gigi. Sayangnya, perlawanan sistem kekebalan terhadap bakteri penyebab karang membuat gigi Anda terkikis dan rusak. Akibatnya, gigi rusak.

Faktor risiko
Apa faktor risiko yang memicu tartar?
Ada sejumlah faktor yang dapat membuat Anda lebih berisiko mencoba karang gigi. Beberapa di antaranya adalah:

1. Usia
Seiring bertambahnya usia, kita akan lebih mudah mengalami berbagai masalah mulut. Termasuk pengalaman tartar.

2. Merokok
Orang yang merokok dua kali lebih mungkin menderita penyakit gusi. Di sisi lain, penyakit gusi dimulai karena bakteri di dalam mulut.

Jika bakteri ini tertinggal di mulut, plak dan karang dapat muncul. Keduanya adalah apa yang bisa memicu penyakit gusi.

3. Beberapa makanan
Makanan manis seperti es krim, permen, kue, dll. Makanan ini dapat memicu pembentukan plak dan karang. Karena gula adalah makanan lezat yang ditunggu oleh bakteri di dalam mulut.

4. Kebersihan gigi buruk
Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, sisa makanan dan bakteri dapat terus menumpuk di mulut. Akibatnya, ada risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan, termasuk

Baca juga :