Pertama, ITS Luluskan Doktor Bidang Teknik dan Manajemen Energi Laut

Pertama, ITS Luluskan Doktor Bidang Teknik dan Manajemen Energi Laut

Pertama, ITS Luluskan Doktor Bidang Teknik dan Manajemen Energi Laut

Pertama, ITS Luluskan Doktor Bidang Teknik dan Manajemen Energi Laut
Pertama, ITS Luluskan Doktor Bidang Teknik dan Manajemen Energi Laut

Untuk kali pertama, program studi Teknik dan Manajemen Energi Laut yang berada di bawah naungan Departemen Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil meluluskan doktor pertamanya.

Dialah Dendy Satrio, jebolan Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul

(PMDSU) yang berhasil meraih gelar doktor dengan IPK 4,00.

Menjadi orang pertama yang meraih gelar akademik tertinggi bidang energi laut di ITS, Dendy yang telah diwisuda pada 14 September lalu itu, fokus mengembangkan teknologi pemanfaatan arus laut Indonesia.

Kiprahnya pada bidang energi dimulai sejak menempuh jenjang sarjana, saat itu Dendy mengambil program studi diploma empat (D-4) Sistem Pembangkit Energi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS). Lulus dari prodi tersebut, ia kemudian mencoba peruntungannya dengan mendaftar PMDSU pada bidang maritim, yaitu energi laut.

“Saya tertarik untuk mengembangkan renewable energy, nah energi laut cukup ‘seksi’

untuk dipelajari dan dikembangkan,” akunya. Menurut Dendy, energi laut merupakan jenis energi terbarukan yang penerapannya masih jarang di dunia. Melihat potensi energi arus laut di Indonesia yang mencapai 287 gigawatt (GW), ia semakin mantap untuk berkecimpung di dalamnya.

Dendy menambahkan, bahwa hingga saat ini, energi arus laut masih belum termanfaatkan. Apalagi di Indonesia sendiri, adanya potensi besar energi arus laut tidak dibarengi dengan pengembangan teknologi, masih belum ada pembangkit listrik tenaga arus laut. “Semoga suatu saat nanti saya bisa turut berkontribusi untuk mewujudkannya,” tambahnya.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Dendy memulai langkah melalui disertasi berjudul Studi Numerik dan Eksperimental Kinerja Turbin Arus Laut Sumbu Vertikal. Ia melakukan penelitian dan pengembangan terhadap turbin, menganalisis dan mengembangkan beberapa ide untuk memodifikasi alat yang dapat mengkonversi arus laut menjadi tenaga listrik tersebut.

Dalam penelitiannya, pria berkacamata ini menemukan beberapa masalah dari turbin sumbu

vertikal yang akan digunakan sebagai salah satu komponen pembangkit listrik tenaga arus laut. “Kekurangannya terletak pada kemampuan self-start yang rendah, fluktuasi torsi yang besar, dan efisiensi yang masih rendah,” jelasnya.

Analisis yang dilakukan menggunakan simulasi dengan software Computational Fluid Dynamics dan eksperimen pada Towing Tank. Dari situ, ia kemudian membawa tiga ide modifikasi yang dapat diterapkan pada turbin tersebut. Yakni menjadikan turbin sumbu vertikal yang berputar kontra, turbin sumbu vertikal bersudu miring, serta turbin sumbu vertikal dengan sudut tuberkulum.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-patung-liberty/