PERBEDAAN PEMBANGUNAN PADA NEGARA INDONESIA DENGAN NEGARA FILIPINA

PERBEDAAN PEMBANGUNAN PADA NEGARA INDONESIA DENGAN NEGARA FILIPINA

 

 

BY : BIMA JUNITA SARI

 

Pembangunan Ekonomi merupakan serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga infrastruktur lebih banyak tersedia, perusahaan semakin banyak dan semakin berkembang, taraf pendidikan semakin tinggi dan teknologi semakin meningkat. Dewasa ini kita dapat melihat setiap Negara gencar melakukan pembangunan ekonomi untuk mensejahterakan rakyatnya dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi negaranya.

Namun pembangunan ekonomi disetiap Negara tidaklah sama karena adanya perbedaan antara Negara maju dan Negara berkembang. Indonesia dan Filipina merupakan Negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan diberbagai sektor ekonomi. Dalam proses pembangunannya Indonesia dan Filipina memiliki beberapa hambatan. Maka dalam artikel ini saya akan menjelaskan perbedaan pembangunan Ekonomi di Indonesia dengan yang ada di Filipina.

Pada artikel ini saya akan menjelaskan perbedaan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi antara Negara Indonesia dengan Negara Filipina. Filipina dan Indonesia merupakan Negara berkembang yang masih berada di kawasan ASEAN. Hal ini saya pilih untuk memudahkan saya dalam melakukan perbandingan yang signifikan antara kedua Negara tersebut.

Filipina pekan lalu mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2013 yang mencapai 7,8 persen. Realisasi pertumbuhan ekonomi anggota ASEAN ini jauh di atas Indonesia dan China. Kinerja ini sontak mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali pemerintah Indonesia. Pasalnya, capaian ekonomi Tanah Air yang cukup positif, mendadak tersalip oleh Filipina. Posisi Indonesia kini di urutan ketiga se-Asia dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Padahal, perekonomian Filipina selama beberapa dekade stagnan dibandingkan negara lain di kawasan Asia. Sekitar seperempat dari total populasi 60 juta orang, hidup di bawah garis kemiskinan, alias hanya berpendapatan USD 60 sen dollar atau Rp 6.000 per hari.Setelah Presiden Benigno Aquino terpilih pada 2010, ekonomi membaik dan selalu positif setiap tahun. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi negara mayoritas Katolik ini rata-rata hanya 4,6 persen.

Fakta mengkilapnya kinerja Filipina semakin membuat pemerintah ketar-ketir, pasalnya kinerja Indonesia tahun ini terancam melambat dibanding 2012.Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen saja, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bergantung pada kecepatan DPR membahas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (RAPBN-P) yang berisi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Di saat pemerintah masih sibuk dengan tarik ulur kebijakan BBM subsidi, para pengamat khawatir investor bakal mengalihkan modal ke Filipina yang lebih “cerah”.Alhasill, kini pelbagai pihak berusaha menganalisa apa saja penyebab ngebutnya ekonomi Filipina. Mulai dari pejabat pemerintah hingga mantan pejabat urun suara.

Selisih pertumbuhan antara Filipina dan Indonesia selaku raksasa ekonomi Asia Tenggara kian melebar, terutama sejak Indonesia menghadapi tekanan untuk menerapkan siklus pengetatan moneter paling agresif sejak 2008.

Menurut tujuh dari 14 ekonom yang  disurvei Bloomberg, Bank Indonesia kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi) untuk kali keempat tahun ini. Sebanyak tujuh analis lainnya memperkirakan tidak akan ada perubahan.

Para analis berpendapat suku bunga acuan dapat menembus 7,5% pada kuartal I/2014, setelah bertahan pada level 7% pekan ini. Padahal, Filipina justru akan menahan bunga acuan pada level 3,5%  sepanjang sisa tahun ini.

Perbedaan manuver kebijakan moneter kedua negara menunjukkan Filipina memiliki daya tahan terhadap krisis yang lebih kuat ketimbang Indonesia. Negara pimpinan Presiden Benigno Aquino III itu juga mengantongi peringkat investasi dari berbagai lembaga.

Tidak hanya itu, Filipina berhasil mempertahankan laju pertumbuhan di atas 7% tahun ini, sedangkan Indonesia harus berperang melawan perlambatan ekspansi yang dibarengi dengan rekor pelebaran defisit transaksi berjalan dan percepatan laju inflasi sejak 2009.

Nilai tukar rupiah juga anjlok 11% kuartal III/2013, menjadikannya mata uang dengan performa terburuk di antara 24 nilai tukar utama pasar berkembang. Kemerosotan itu tujuh kali lipat lebih besar dari depresiasi nilai tukar peso Filipina.

“Ada risiko pasar akan menghukum Bank Indonesia lagi sehingga menciderai rupiah jika bank sentral tidak menaikkan lebih jauh,” ujar Robert Prior-Wandesforde, ekonom Credit Suisse Group AG yang berbasis di Singapura, Rabu (11/9/2013).

Menurutnya, badai ekonomi Indonesia dewasa ini semakin memburuk. Di sisi lain, Filipina justru kian membaik dan mencapai titik manis dari siklus pertumbuhan ekonomi saat ini. Indeks saham acuan Filipina menguat hampir 7% tahun ini, mengalahkan indeks Jakarta Composite yang hanya naik 1%.

Recent Posts