Peniruan Kata Kasar

Peniruan Kata Kasar

Faras adalah anak yang senang bermain. Ia mempunya kakak laki-laki yang sudah dewasa. Kakanya seringkali mengajak teman-temannya bermain ke rumahnya sekedar untuk mengobrol. Sang kaka sering kali mengucapkan kata-kata yang kurang panta didengar oleh faras. Tampa disadari, fajar seringkali mendengar dan memperhatikan kata-kata yang digunakan kakak dan teman-temanya. Sehingga di lingkungan sekolah ia mengucapkan kata-kata yang ia dapat dari kakak dan teman-temannya tersebut.

Pada usia ini anak mudah menyerapa informasi, karena kemampuan belajar dan daya tangkapnya yang masih sensitif.

Akibat jika ia mendengar hal positif ayau pun negatif, dia akan mudah menirunya.

Solusi: mengahadapi anak yang suka berkata kasar

  1. Mempeberi pengertian pada anak, orang tua dan guru harus memberikan pengertian kepada anak bahwa kata-kata yang ia ucapakan adalah salah, bisa saja faras berbicara tapi tidak mengetahui apa makna dari kata-katanya.
  2. Jika umpatan ini adalah kedua kalinya, katakan dengan nada yang tegas, bahwa ia tidak boleh menggunakan kata-kata itu lagi
  3. Jika tetap melakukannya janagn mengurungkan pemberian hukuman. Bersikap tegas dan menghentikan umpatan tersebut sebelum menjadi kebiasaan buruk bagi anak.
  4. Ciptakan lingkungan sosial yang sesuai bagi anak.
  5. Berbohong
    Penyebab berbohong diantaranya adalah kekerasan pada orang tua dan para pendidik sehingga mereka berdusta agar terhindar dari hukuman,peniruan dari orang dewasa, kesadaran anak akan kekurangan dirinya sehingga mendorongnya untuk berbohong,karena ingin dipuji juga karena imajinasinya.

Tidak menuduh anak berbohong bila tidak mempunyai bukti.Setiap orang butuh diberi    kepercayaan, begitu pula anak-anakkita. Dahulukan prasangka baik dengan mendengarkan alasan-alasan yang dikemukakan. Jika tidak mendapatkan kepercayaan ia akan menolak untuk berkomunikasi.Menjadi pendengar yang baik, untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada anak.Jika mengetahui anak berbohong, langsung jelaskan faktanya tidak perlu menunggu sampai dia mengaku, apalagi memaksa ia untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi. Tindakan ini hanya akan mendidiknya lebih canggih untuk berbohong.

Kontrol emosisaat mengetahui anak berbohong. Emosi yang berlebihan dan memenggil anak sebagai pembohong tidak akan menyelesaikan masalah, malah makin membuat anak takut dan berbohong lagi. Berikan jaminan bahwa jika ia bereterus terang kita akan mema’afkan dan tidak menghukumnya.Mengevaluasi diri, apakah kita terlalu keras kepada anak, sehingga tersumbat jalur komunikasi dengan anak.Jika anak berbohong karena imajinasi maka ajari anak untuk membedakan antara hal realistik dan imajinasi tanpa menyalahkan sikap bohongnya tersebut.

Solusi agar anak tidak berbohong lagi yaitu

  1. Sikap tidak percaya terhadap anak coba tidak diperlihatkan agar ia bisa melatih berbicara jujur dengan apa yang ia perbuat.
  2. Lalukan tanya ulang apa yang ia lakukan disaat orang tua tidak mengontrol, maka ia akan mulai bercerita tentang apa saja yang ia lakukan, disitu akan timbul kata-kata yang sebernarnya.
  3. Ciptakan suasa kekeluargaan agar ia bisa berinteraksi langsung terhadap apa yang ia lakukan dan disitulah peran orang tua dibutuhkan, bertanya tentang pa yang ia lakukan.
  4. Negativisme (pembangkangan)
    Reaksi anak berupa pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada, pada umumnya setiap anak pasti akan mengalami masa pembangkangan,masa pembangkangan anak ini akan berakhir tergantung dari pola pengasuhan yang diberikan orang tuanya.ketika orang tua bisa menangani anak denga benar maka masa pembangkangan pada anak tersebut akan cepat berlalu.

https://tokopediaaplikasi.id/zootopia-crime-files-apk/