Pengolahan Tanah dan Penanaman Bibit Bawang Merah

Tanah pada lahan tanam diolah dahulu, buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1 meter hingga 1,2 meter, tinggi bedengan sekitar 50 cm, dengan pajang bedengan menyesuaikan lahan tanam. Beri jarak antar bedengan sekitar 50 cm untuk parit. Gemburkan tanah pada bedengan dengan cara mencangkulinya sedalam 20 cm agar permukaan bedengan menjadi rata.

Jika pH atau keasaman tanah kurang dari 5,6, maka lakukan pengapuran dengan menggunakan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton/hektar lahan. Pengapuran ini hendaknya dilakukan sekitar 2 minggu sebelum lahan ditanami bawang merah.

Lakukan pemupukan dasar dengan menggunkan pupuk kandang atau pupuk kompos. Cara pemberian pupuk tersebut ditebarkan di atas bedengan kemudian aduk dengan tanah sampat tercampur rata. Atau juga bisa dengan menambahkan pupuk kimia seperti ZA, SP-36 dan KCL dengan dosis sebanyak 47 Kg, 311 Kg dan 56 Kg /hektar lahan. Campurkan semua pupuk buatan tersebut kemudian berikan pada bedengan dan diamkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami bibit bawang merah.

Siapkan umbi bibit bawang merah yang sudah siap ditanam namun apabila bibit yang akan ditanam berumur kurang dari 2 bulan maka sebaiknya lakukan penggoresan pada bagian ujung umbi bawang merah sekitar 0,5 cm, tujuannya untuk memecah masa dormansi bawang merah sehingga mempercepat tumbuhnya tunas. Cara menanam benih bawang merah yaitu dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi bawang merahke dalam tanah.

Baca Juga :