Pencegahan TBC

Table of Contents

Pencegahan TBC

  1. Tujuan Pencegahan
  2. Menyembuhkan penderita
  3. Mencegah kematian
  4. Mencegah kekambuhan
  5. Menurunkan tingkat penularan
  6. Pencegahan TBC
  7. Saat batuk seharusnya menutupi mulutnya, dan apabila batuk lebih dari 3 minggu, merasa sakit di dada dan kesukaran bernafas segera dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit.
  8. Saat batuk memalingkan muka agar tidak mengenai orang lain.
  9. Membuang ludah di tempat yang tertutup, dan apabila ludahnya bercampur darah segera dibawa kepuskesmas atau ke rumah sakit.
  10. Mencuci peralatan makan dan minum sampai bersih setelah digunakan oleh penderita.
  11. Bayi yang baru lahir dan anak-anak kecil harus diimunisasi dengan vaksin BCG. Karena vaksin tersebut akan memberikan perlindungan yang amat bagus.

Pemberantasan

  1. Tujuan Pemberantasan

Pemberantasan penyakit TBC didasarkan untuk memutusmata rantai virulenci penularan penyakit TBC supaya tidak terjadi

prevalenci penyakit TB yang lebih besar.

  1. Pemberantasan Penyakit TBC
  2. Pengobatan pada penderita hingga sembuh
  3. Perlakuan pada rumah penderita untuk lebih memperhatikan factor kesehatan lingkungan dengan menambah ventilator sebagai pengganti udara, genteng kaca supaya sinar matahari dapat masuk, dan faktor higiene lingkungan yang lain yang lebih baik.
  4. Sterilisasi Rumah pasca Penderita.
  1. Pengobatan
  2. Jenis obat
  3. Isoniasid
  4. Rifampicin
  5. Pirasinamid
  6. Streptomicin

Prinsip Obat

Obat TB iberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis, dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan,supaya semua kuman dapat dibunuh. Dosis tahap intensif dan dosis tahap lanjutan ditelan dalam dosis tunggal,sebaiknya pada saat perut kosong. Apabila paduan obat yangdigunakan tidak adekuat, kuman TB akan berkembangmenjadi kuman kebal. Pengobatan TB diberikan dalan 2 Tahap yaitu:

  1. Tahap intensif

Pada tahap intensif penderita mendapat obat (minumobat) setiap hari selama 2 – 3 bulan.

  1. Tahap lanjutan

Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat (minumobat) tiga kali seminggu selama 4 – 5 bulan.

  1. Efek Samping Obat

Beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat mengkonsumsi obatTB bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Efek samping ringan dapat berupa berubahnya warna urine menjadi kemerahan yang diakibatkan oleh rifampisin. Efek samping lainnya dapat berupa nyeri sendi, tidak ada nafsu makan, mual, kesemutan dan rasa terbakar di hati, gatal dan kemerahan dikulit gangguan keseimbangan hingga kekuningan (ikterus). Jika pasien merasakan hal-hal tersebut, pasien harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut, fase lanjutan. Dalam beberapa kasus pengobatan bisa berlangsung hingga delapan bulan.

Baca juga: