Metode Pengambilan Sampel

Metode Pengambilan Sampel

Metode Pengambilan Sampel

Metode Pengambilan Sampel
Metode Pengambilan Sampel

A)   Equal Discharge Increment (EDI)

Dalam metode ini penampang sungai dibagi atas beberapa bagian (sub-penampang) dimana setiap bagian ini harus mempunyai debit aliran yang sama.

Pengambilan sampel sedimen perlu dilaksanakan pada bagian tengah dari setiap sub-penampang tersebut seperti terlihat dalam gambar 4 dibawah ini.

Gambar   4 – Pengambilan sampel sedimen dengan cara EDI

Misalnya pada setiap sub-penampang direncanakan menampung 25 % dari total debit (atau akan dilakukan pengambilan sampel sedimen pada empat vertikal), maka pengambilan sedimen harus dilaksanakan pada vertikal yang mempunyai besar aliran kumulatif sebesar 12 %, 38%, 62%, dan 88%

Bilamana akan dilakukan pengambilan tiga (3) sampel maka pengambilan sampel sedimen dilakukan pada vertikal yang mempunyai besar aliran kumulatif sebesar 1/6, 3/6 dan 5/6 dari debit total pada penampang tersebut.

Dalam gambar ini terlihat bahwa:

W1 ¹ W2 ¹ W3 …… ¹ Wn

Q1 = Q2 = Q3 ………= Qn

V1 » V2 » V3 ……..» Vn

Keterangan:

W : jarak antara vertikal

Q  : debit per segmen

V  : volume sampel sedimen ( misalnya berkisar antara 350-400 ml)

B)   Equal Width Increment (EWI)

Dalam metode ini penampang sungai dibagi atas beberapa bagian dimana setiap bagian mempunyai jarak yang sama satu sama lainnya seperti terlihat dalam gambar 11.5 dibawah ini.

Jumlah vertikal ditetapkan berdasarkan kondisi aliran dan sedimen serta tingkat ketelitian yang diinginkan.

Lokasi pengambilan sampel sedimen ditentukan dengan cara rata-rata tengah.

Misalnya:    Lebar sungai adalah 53 m, Jumlah vertikal ditetapkan 10 buah

Maka jarak vertikal diambil setiap 5 m

Dengan demikian maka lokasi pengukuran adalah pada raai yang terletak pada meteran: 2.5, 7.5, 12.5, 17.5, 22.5, 27.5, 32.5, 37.5, 42.5, 47.5

Dalam gambar ini terlihat bahwa:

W1 = W2 = W3 …… = Wn

Q1 ¹ Q2 ¹ Q3 ………¹ Qn

V1 » V2 » V3 ……..» Vn

Keterangan:

W : jarak antara vertikal

Q  : debit per segmen

V  : volume sampel sedimen ( misalnya berkisar antara 350-400 ml)

3.2.2 Pelaksanaan kegiatan dilapangan

a)    Rencanakan pada penampang melintang sungai berapa jumlah vertikal/raai pengukuran yang akan dilakukan.

b)    Tetapkan metode mana yang akan dilakukan (EDI atau EWI)

c)    Bilamana akan dilakukan dengan cara EDI maka, terlebih dahulu perlu di hitung debit kumulatif dari masing-masing raai.

d)    Sedangkan bilamana digunakan metode EWI, debit kumulatif tidak perlu dilakukan dilapangan pada saat pelaksanaan pengambilan sampel sedimen.

e)    Data kecepatan aliran rata-rata pada lokasi/raai pengambilan sample sedimen perlu diketahui.

f)     Rencanakan “noise” sedimen agar dapat menentukan berapa lama alat pengambil sedimen (sediment sampler) perlu diturunkan atau dinaikan.

g)    Berdasarkan grafik pada gambar 11.3 maka dapat diketahui waktu yang diperlukan.

h)    Cara pelaksanaan pengambilan sampel sedimen adalah sbb:

  • Turunkan alat sampai mencapai dasar sungai.
  • Pasang stopwatch dan alat dinaikkan.
  • Kecepatan menaikkan alat harus sama dari dasar sampai mencapai permukaan air.
  • Tepat pada waktu yang ditetapkan, alat harus sudah berada tepat diatas permukaan air.
  • Bilamana hal ini tidak tercapai, maka pengambilan sampel sedimen harus diulangi

4.  Perhitungan Kandungan Sedimen

Pengambilan sampel sedimen sebaiknya dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan pengukuran debit dan setiap sampel sedimen harus dikirim ke laboratorium untuk di analisa.

Data lapangan yang diperoleh adalah data debit sebagai hasil pengukuran langsung dan data konsentrasi sedimen diperoleh dari berdasarkan hasil analisa sedimen dilaboratorium.

Nilai kandungan sedimen diperoleh berdasarkan hasil perkalian konsentrasi sedimen dengan debit, dan dapat dirumuskan sbb:

Qs = k Cs Qw

Keterangan:

Qs   : Debit sedimen  (ton/hari)

Cs   : Konsentrasi sedimen (mg/l)

Qw : Debit (m3/dt)

k     :  faktor konversi yaitu 0.0864

Konsentrasi sedimen suspensi (Cs) umumnya ditulis dalam mg/l atau dalam satuan part per million (ppm).

Untuk mendapatkan nilai konsentrasi dalam mg/l maka nilai konsentrasi dalam satuan ppm sebagai hasil analisa dari laboratorium harus dikoreksi dengan nilai c

Tabel Faktor konversi c (mengkonversi satuan ppm menjadi mg/l)

Konsentrasi (ppm) c Konsentrasi (ppm) c
0 – 15900 1.00 322000 – 341000 1.26
16000 – 46800 1.02 342000 – 361000 1.28
46900 – 76500 1.04 362000 – 380000 1.30
76600 – 105000 1.06 381000 – 399000 1.32
106000 – 133000 1.08 400000 – 416000 1.34
134000 – 159000 1.10 417000 – 434000 1.36
160000 – 185000 1.12 435000 – 451000 1.38
186000 – 210000 1.14 452000 – 467000 1.40
211000 – 233000 1.16 468000 – 483000 1.42
234000 – 256000 1.18 484000 – 498000 1.44
257000 – 279000 1.20 499000 – 514000 1.46
280000 – 300000 1.22 515000 – 528000 1.48
301000 – 321000 1.24 529000 – 542000 1.50

Sumber : https://synthesisters.com/nostalgia-nes-pro-apk/