Mendikbud Gagas Sekolah Lima Hari, Jam Belajar Siswa Bertambah Panjang

Mendikbud Gagas Sekolah Lima Hari, Jam Belajar Siswa Bertambah Panjang

Mendikbud Gagas Sekolah Lima Hari, Jam Belajar Siswa Bertambah Panjang

Mendikbud Gagas Sekolah Lima Hari, Jam Belajar Siswa Bertambah Panjang
Mendikbud Gagas Sekolah Lima Hari, Jam Belajar Siswa Bertambah Panjang

Mendikbud Muhadjir Effendy punya rencana untuk menerapkan sekolah selama lima hari

. Dari Senin, hingga Jumat dalam satu minggunya. Harinya memang lebih singkat, tetapi itu membuat siswa harus lebih lama berada di sekolah.

Polemik muncul karena ada kekhawatiran sekolah lima hari mematikan sistem pendidikan lainnya. Misalnya, diniyah dan taman pendidikan Alquran (TPA/TPQ). Namun, Muhadjir mengatakan, peraturan terkait sekolah lima hari itu segera diterbitkan. Sebab, semuanya sudah siap. ’’Setelah itu kita sosialisasikan,’’ katanya di Jakarta (12/6).
Mendikbud Gagas Sekolah Lima Hari, Jam Belajar Siswa Bertambah Panjang
Ilustrasi siswa SMP sedang mengikuti UNBK. (GALIH COKRO/JAWA POS)

Dia menegaskan, sekolah lima hari merupakan bagian dari program penguatan

pendidikan karakter. Menurut Muhadjir, nantinya durasi siswa dalam sekolah lima hari saat berada di sekolah bertambah menjadi delapan jam. Itu berarti sekolah yang selama ini menerapkan enam hari belajar, muridnya nanti harus lebih lama di sekolah. Tidak lagi pulang pada 14.45.

’’Tetapi perlu dicatat, bukan berarti siswa selama delapan jam ada di kelas terus,’’ tuturnya. Dia mengatakan, siswa juga bisa diajak belajar di musala, masjid, surau, dan sejenisnya. Bahkan, untuk siswa non Islam juga bisa diajak belajar keagamaan di tempat ibadah masing-masing.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk jenjang SD sederajat proporsi pendidikan karakternya

sebanyak 70 persen. Sisanya, atau 30 persen, adalah porsi untuk pengetahuan. Dengan proporsi itu, maka kegiatan guru berceramah di kelas bisa dikurangi.

Sebagai gantinya anak-anak bisa diajak belajar di lembaga lain, termasuk diintegrasikan dengan madrasah diniyah bagi siswa muslim. ’’Antara sekolah dengan lembaga diniyah bisa berkoordinasi. Siswa tetap diawasi guru,’’ jelasnya.

Ketentuan penerapan sekolah lima hari itu bakal dituangkan dalam Permendikbud. Rencananya, Permendikbud bakal diterbitkan pekan ini. Sejumlah kalangan keberatan dan meminta Kemendikbud untuk mengkaji ulang rencana penerapan sekolah lima hari. Namun sampai saat ini keinginan Kemendikbud menerapkan sekolah lima hari secara nasional belum tergoyahkan.

 

Baca Juga :