Jauhkan Budaya Menyontek dari Anak

Jauhkan Budaya Menyontek dari Anak

Pasti ingat, zaman dahulu di sekolah tidak sedikit teman saling menyontek, bukan. Atau, jangan-jangan, kita salah satunya? Ya, menyontek kelihatannya sudah menjadi budaya lagipula dengan tuntutan sekolah yang kian tinggi. Terlebih lagi, kehadiran teknologi kini mempermudah pekerjaan menyontek – tidak saja menyontek pada teman, tetapi pun melihat langsung sumber jawaban dengan memakai internet.

Pertama, Anda dapat memulai dengan mengenali mengapa anak menyontek. Bisa jadi ekspektasi Anda terlampau tinggi, pemberian hukuman, atau pun tugas dan ujian yang terlampau banyak. Usahakan, kita dapat diandalkan oleh anak agar dia merasa nyaman bercerita masalah mengenai pelajarannya di sekolah.

Damping Proses Belajar Anak

Penyebab anak terpikir guna menyontek atau meniru jawaban ialah ketidaksiapan bakal materi tertentu. Oleh sebab itu, pastikan anak Anda tidak jarang kali siap guna sekolahnya. Pantau terus apakah ada kegiatan rumah yang mesti digarap atau apakah terdapat ujian yang akan dilakukan keesokan harinya.

Dampingi anak dalam belajar sampai-sampai dia merasa siap guna menghadapi pelajaran. Dengan begitu, secara otomatis anak bakal menghindari kebiasaan menyontek. Bagi membantunya belajar, Anda dapat mengajarkannya kiat belajar cepat agar anak kita tidak gampang lelah dalam belajar.

Hindari Hukuman Saat Nilainya Turun

Salah satu penyebab anak berjuang untuk meniru jawaban temannya atau menggali jawaban lewat gadget ialah respons orang tua pada saat menyaksikan nilai anak. Hindari tanggapan yang berlebihan atau marah saat anak menemukan nilai yang jelek.

Anda dapat membesarkan hatinya dan menyemangatinya guna belajar lebih giat guna tugas dan ujian berikutnya. Dengan begitu, anak tidak bakal panik dan berjuang melakukan segala teknik untuk menemukan nilai yang baik. Utarakan ekspektasi kita terhadap anak seraya diiringi dengan pendampingan belajar yang memadai.

Ajarkan Anak guna Selalu Percaya Diri

Menyontek ialah salah satu ciri kecurigaan diri seseorang. Oleh sebab itu, mengajarkan anak guna percaya diri dapat mengajarkannya guna menjauhi kebiasaan menyontek semenjak dini. Ini ialah salah satu karakter positif yang dapat Anda bangun pada anak. Anak butuh percaya pada dirinya sendiri dan menghargai hasil yang dia dapatkan.

Katakan untuk anak kita bahwa kita menghargai hasil jerih payah belajar yang dia hasilkan. Jadi, anak tidak bakal merasa rendah diri pada ketika nilainya turun atau tidak cocok dengan harapannya.

Menyontek Itu Tidak Keren

Tanamkan untuk anak kita bahwa menyontek tersebut tidak canggih dan tidak mesti dilakukan. Terkadang, anak menyontek dan memberi jawaban untuk teman sebagai format tekanan rekan sebaya atau peer pressure. Teman-teman yang memiliki kebiasaan menyontek akan memprovokasi anak Anda guna ikut menyontek dan saling menyerahkan jawaban.

Untuk itu, kita perlu unik anak supaya suka belajar. Dengan begitu, anak Anda bakal terus terpacu guna belajar sendiri tanpa mesti meminta jawaban pada temannya. Bagi anak yang berprestasi, ajarkan cara berkata yang baik untuk temannya bahwa dia tidak hendak memberikan jawaban. Karena, hasil belajar sendiri tersebut lebih keren!

Sumber : http://www.rkdms.com/redirect?c=433716521&d=50002312&en=1&cl=250&u=http%3A//www.pelajaran.co.id