Jaga Laut dan Ekosistem, Milenial Perangi Sampah Plastik

Jaga Laut dan Ekosistem, Milenial Perangi Sampah Plastik

Jaga Laut dan Ekosistem, Milenial Perangi Sampah Plastik

Jaga Laut dan Ekosistem, Milenial Perangi Sampah Plastik
Jaga Laut dan Ekosistem, Milenial Perangi Sampah Plastik

Dalam rangka menanamkan rasa cinta generasi milenial terhadap lingkungan pesisir dan laut

, Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri (BHKLN) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Pandu Laut Nusantara mengadakan seminar di sekolah-sekolah. Kegiatan seminar ini akan dijadikan model kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai.
Berita Terkait
Wakil Rektor Universitas Tertua di Dunia Kunjungi Indonesia
Xiaomi Siap Kembangkan Smart Pesantren
PGRI Respon Positif Kebijakan Menag Hapus Materi Khilafah di Buku Agama Islam

Sabtu (28/9), diselenggarakan Al-Azhar Creative Seminar di SMA Al-Azhar 4 Kemang Pratama, Bekasi. Bertajuk “Milenial Perangi Sampah Plastik”, seminar ini memberikan edukasi bahaya sampah plastik bagi lingkungan, utamanya bagi perairan dan ekosistemnya.

Pada kegiatan yang dihadiri siswa SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum tersebut

dihadirkan peneliti kelautan dan perikanan dan beberapa aktivis penggiat lingkungan untuk memberi materi ilmiah serta motivasi dan berbagi kisah inspiratif perjuangan memerangi sampah di laut Indonesia. Mereka adalah Peneliti Bidang Penginderaan Jauh Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan (BRSDM), Dr. Rinny Rahmania; Ketua Harian Pandu Laut Nusantara, Prita Laura; Founder and Executive Director Divers Clean Action, Swietenia Puspa; dan Team Leader Bye-Bye Plastic Bags Bali, Noel Dio.

Indonesia darurat sampah plastik, oleh karena itu penanggulangannya perlu digalakkan. Berdasarkan studi yang dirilis oleh McKinsey and Co dan Ocean Conservancy, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Akibatnya kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil tercemar dan penuh dengan sampah.

Peneliti Bidang Penginderaan Jauh BRSDM, Dr. Rinny Rahmania memaparkan

, saat ini terdapat sekitar 150 juta penduduk Indonesia yang tinggal di pesisir. Sementara terjadi penambahan 38 juta ton sampah plastik per tahunnya. Menurutnya, setiap tahun terjadi kebocoran sampah plastik ke laut sebanyak 1,29 juta ton.

Tak hanya merusak keindahan ekosistem pesisir, sampah plastik ini juga dapat mengganggu transportasi laut, menjerat biota laut, atau termakan biota laut dengan kandungan yang bahaya bagi kelangsungan hidupnya. Bahkan cemaran sampah plastik ini juga berbahaya bagi kesehatan manusia.

Ancaman bahaya semakin besar karena sampah plastik sulit terurai. Sebut saja botol plastik yang butuh waktu 450 tahun untuk terurai atau pengangan minuman plastik yang butuh waktu 400 tahun.

 

Sumber :

https://mybelmont.belmontcollege.edu/ICS/Academics/ADN/ADN__2140C/2018_SG-ADN__2140C-02A/Blog_4.jnz?portlet=Blog_4&screen=View+Post&screenType=next&Id=eeb2f7bb-92d1-4ecb-840f-b9301671d4f7