ISI PERJANJIAN SARAGOSA

ISI PERJANJIAN SARAGOSA

ISI PERJANJIAN SARAGOSA

ISI PERJANJIAN SARAGOSA

Perjanjian yang memperbutkan wilayah Maluku dan daerah Asia lainnya ini menghasilkan sebuah kesepakatan yang berisi :

1. Bumi dibagi menjadi dua yaitu yang dipengaruhi oleh bangsa Spanyol dan dipengaruhi oleh bangsa Portugis.
2. Bangsa Spanyol berhak memiliki wilayah kekuasaan meliputi Meksiko hingga ke arah barat kepulauan Filipina sebagaimana yang telah disepakati.
3. Adapun wilayah kekuasaan yang dimiliki oleh bangsa Portugis adalah kawasan Brazil ke arah timur hingga ke kepulauan Maluku.
4. Wilayah kekuasaan Portugis juga meliputi kawasan di sebelah barat dari garis Saragosa
5. Sementara wilayah kekuasaan Spanyol juga meliputi kawasan sebelah selatan timur dari garis Saragosa.

Jadi kesimpulan yang bisa digarisbawahi dari perjanjian Saragosa yang ditandatangani oleh kedua negara ini adalah ada dua garis wilayah yang dibagi dua sama rata.

PROFIL TOKOH PERJANJIAN SARAGOSA

Adapun tokoh yang mewakili perjanjian Saragosa dari bangsa Spanyol adalah Raja Charles V yang lahir pada tanggal 24 Februari 1500 di Ghent, Flanders dan meninggal pada tanggal 21 September 1558.
Semasa hidupnya Kaisar atau Raja Charles V ini selalu berjuang untuk menyatukan kerajaannya melawan kekuatan Protestan yang tumbuh, meningkatkan tekanan Ottoman dan Prancis, dan bahkan permusuhan dengan kekaisaran paus.

Akhirnya dia menyerah, melepaskan klaimnya kepada Belanda dan Spanyol demi putranya Philip II dan gelar kaisar untuk saudaranya Ferdinand I dan pensiun ke sebuah biara. Charles adalah seorang penguasa di abad pertengahan yang pandangan hidupnya diabadikan oleh pendeta Katolik Roma yang kagum dengan Charles V.

Charles V dikenal sebagai orang yang sangat berpengalaman dan memiliki pemikiran yang bijaksana, rasional, dan pragmatis. Charles juga memiliki kejujuran moral dan rasa hormat. Hanya saja ia memiliki sikap yang sangat keras kepal.

Ia memiliki tekad yang teguh dan selalu melakukan penolakan untuk melepaskan bagian apa pun dari warisannya. Ia sangat ambisius dan pragmatis sehingga selalu memiliki keinginan kuat untuk berkuasa dan klaim individu atas kekuasaan inilah yang membentuk inti dari kepribadiannya dan menjelaskan tujuan dan tindakannya menjadi pribadi yang tegas dan rasional.

Sementara Raja John III yang mewakili bangsa Portugis sendiri merupakan yang menjabat sebagai raja Portugal dari tanggal 13 Desember 1521 hingga 11 Juni 1557. Pemerintahannya adalah salah satu supremasi budaya bagi Portugal yang memperkuat prospeknya kekuasaannya di Asia dan menjadikannya sebagai salah satu raja dengan kekuasaan terkuat.

Raja John adalah keturunan Raja Manuel I dan Maria dari Aragon yang lahir pada tanggal 7 Juni 1502. Sejak usia dua belas tahun, ia mulai membantu ayahnya dalam tugas-tugas administrasi negara, dan menginjak usia remaja yaitu sembilan belas tahun, ia dilantik sebagai Raja Portugal.

Pada 19 Desember 1521, John dimahkotai sebagai raja di Gereja São Domingos di Lisbon, memulai masa pemerintahannya selama tiga puluh enam tahun dari tahun 1521 hingga 11 Juni 1557. Selama ini, ia membuktikan dirinya sebagai administrator yang sangat cakap karena telah membantu dalam memperluas wilayah Portugis di wilayah timur dunia.

Faktor yang paling penting adalah bahwa perdagangan rempah selalu menjadi salah satu aspek teratas dari perdagangan Portugal yang membuat ia menjadi raja yang sukses dalam masa pemerintahannya.


Baca Juga :