IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0
IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

Bogor- Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama dengan Universitas Sains Malaysia

(USM) yang fokus pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim serta pesisir dengan pendekatan inovatif era 4.0.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman MoU antara Rektor IPB Dr Arif Satria dan Vice-Chancellor, Prof Datuk Dr Asma Ismail, FASc di Penang, Malaysia, Selasa.

“Fase awal kerja sama ini difokuskan pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim, pesisir laut dengan pendekatan era 4.0 yang efektif, cepat, serta akurat,” kata Rektor IPB Dr Arif Satria.

Ia mengatakan, penandatangaan MoU ini selaras dengan visi IPB untuk menjadi

‘techno-socio-entrepreneurial university’ yang terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika.

Selain itu, kerja sama ini juga sejalan dengan misi USM sebagai universitas riset di Malaysia. Melalui penandatanganan ini IPB dan USM dapat saling mendukung kolaborasi dalam promosi, riset, pendidikan, dan pelatihan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Kerjasama yang dilakukan dalam penyelenggaraan seminar, konferensi, pertukaran mahasiswa dan mobilitas dosen antara IPB dan USM merupakan beberapa hal yang tercakup dalam area kerjasama. Ia mencontohkan, pengembangan dan pemberdayaan lingkungan maritim dan pesisir laut yang akan dikerjasamakan nantinya, seperti di Penang dapat memanfaatkan wisata, aquakultur, dan perikanannya sebagai sumber pendapatan negara melalui turis nasional ataupun internasional.

Integrasi lingkungan maritim dengan sosial manusia di pesisirnya memerlukan pemahaman dan prediksi

yang akurat akan kemungkinan bencana akibat kerusakan di laut, seperti pertumbuhan alga bloom, bahaya akan ubur-ubur (jelly fish) dan ancaman terhadap budidaya laut. Kerja sama juga meluas hingga mitigasi kerusakan lingkungan karena tumpahan minyak (oil spill) yang diakibatkan oleh tumpahan dari kapal saat transportasi.

“Ini juga dapat menjadi salah satu fokus awal kolaborasi penelitian antara IPB dan USM. IPB juga mengusulkan aplikasi Agro Maritim 4.0 dalam sebuah pilot sebagai aplikasi terpadu teknologi dalam sebuah konsep yang disebut ‘Smart Small Island Management’,” katanya. Menurut Arif, dari kerja sama ini akan ada World Seafood Congress yang akan dilaksanakan pada bulan September 2019 mendatang di Penang. Kongres ini akan melibatkan saintis dan pelaku industri se dunia.

“Karena ada agenda dunia ini, maka kerja sama ini fokus awalnya ke maritim dan kelautan, selanjutnya kerja sama dengan USM diperluas ke bidang lainnya,” kata Arif.

Selain penandatangan kerja sama dengan USM, Rektor IPB juga menjadi pembicara kunci dalam kegiatan 11 th IMT-GT UNINET Conference yang memaparkan tentang peta jalan Agro-maritim 4.0 yang telah disusun oleh IPB.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/teks-laporan-hasil-observasi/