Identifikasi Akibat

  Identifikasi Akibat

  Identifikasi Akibat

  Identifikasi Akibat

Dalam mengatur upah minimum, Perusahaan Manufaktur Mobil asal Jepang ini memastikan golongan terendah dari struktur pekerjaan sudah pasti mendapatkan upah diatas UMP. Akan tetapi soal skala upah perusahaan, penetapan kenaikan upah merupakan proses yang cukup rumit. Menurut PP 78/2015, pemberian upah minimum hanya berlaku pada pekerja yang melakukan pekerjaan sebelum melampaui masa satu tahun. Melihat dari ketentuan tersebut, penetapan upah dipandang rumit untuk ditetapkan karena perusahaan tidak mudah untuk menentukan upah staff yang berada dibawah, yang dapat melibihi staff diatas. Ketika menyusun skala upah, perusahaan harus memperhatikan asas perimbangan.

Buruh merasa tidak dilibatkan lagi dalam penentuan upah minimum. Kemudian ketika kebijakan itu sudah keluar, sedikit sekali upaya yang dapat dilakukan untuk menolaknya. Misalnya melalui aksi. Namun, tetap sama saja karena kembali lagi penentuan kenaikan upah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sudah ada formula yang tetap dan juga pasti. Sehingga, meskipun diadvokasikan, tidak akan mengubah formula tersebut.

  1. Permasalahan Lanjutan yang Muncul  

Pada umumnya perusahaan memiliki kecenderungan untuk tidak membuka hasil keuntungan dari penjualan (profit) yang mereka dapatkan setiap tahunnya, meskipun dalam PP 78 tahun 2015 pasal 40 ayat (1) dan PP 8 tahun 1981 Pasal 29 memberikan hak kepada buruh untuk mengetahui buku-buku rahasia perusahaan yang berkaitan dengan keterangan upah, hal tersebut tidak ditaati oleh perusahaan, karena ada kekhawatiran kuat jika buku-buku tersebut digunakan oleh buruh untuk tujuan memberi gambaran disparitas upah yang didapat oleh seluruh jajaran pekerja, maka dari itu akan dijadikan alat untuk menekan perusahaan terkait kenaikan upah yang buruh kehendaki. Ditambah, perusahaan akan selalu memikirkan segala incomeyang dapat digunakan untuk investasi maupun research and development.