Hakikat Media Pembelajaran

Hakikat Media Pembelajaran

Hakikat Media Pembelajaran

Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Menurut Sanjaya,Wina (2006, 162) mengemukakan bahwa dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan (guru), komponen penerima pesan (murid), dan komponen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran. Kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya, materi pelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh murid dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh murid, lebih lagi murid sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajran dengan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.

Hakikat Media Pembelajaran

  1. Definisi media

Kata Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) dalam (Sadirman,Arief S, dkk. 2008:7) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan, minat serta perhatian murid sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Gerlach dan Ely (dalam Arsyad, Azhar.2009.3) mengatakan bahwa media apa bila dipahami secar garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secarah lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

  1. Definisi Media pembelajaran

Media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Dengan istilah mediator, media berfungsi mengatur hubungan yang efektif antara siswa dan isi pelajaran dalam pembelajaran. Dapat dikatakan pula setiap system pembelajaran yang melakukan mediasi, mulai dari guru sampai peralatan canggih dapat disebut sebagai media. Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat yang menyampai-kan atau menyalurkan pesan pembelajaran.

Inti dari pembelajaran adalah proses komunikasi. Komponen komponen proses komunikasi dalam pembelajaran terdiri atas (a) pesan berupa materi pelajaran, (b) sumber pesan, (c) media, dan (d) penerima pesan yaitu siswa.

  1. Kriteria Media Pembelajaran

Gerlach menyebutkan bahwa media jika dipahami dalam garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu meperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap (Arsyad (2002).

Ruseffendi, (1994:132) mendefinisikan alat peraga atau media pembelajaran merupakan alat untuk menerangkan / mewujudkan konsep.  batasan bahwa alat peraga merupakan alat bantu mendidik dan mengajarkan siswa agar apa yang diajarkan mudah dimengerti oleh siswa.

Dalam hal ini, Muchadis (1996:14) mengemukakan beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk menentukan keberhasilan suatu media pembelajaran.

Adapun kriteria keberhasilan media terdiri atas :

  1. tingkat ketertarikan,
  2. keterpahaman,
  3. kredibilitasnya,
  4. tingkat identifikasi perilaku atau kejadian,
  5. ketepatan pesan yang disampaikan,
  6. daya penuh terhadap pemusatan perhatian,
  7. tingkat kesesuaiannya dengan usia,
  8. keefektifan pendekatannya,
  9. keseimbangannya dengan kelompok masyarakat,
  10. tingkat penghargaan terhadap nilai-nilai,
  11. tingkat keakuratan isinya,
  12. kontribusinya terhadap kemampuan daya ingat,
  13. efektif, dan
  14. standar teknis.

Beberapa istilah media pembelajaran yang kebanyakan para ahli pendidikan membedakannya antara media dan alat peraga, namun kedua istilah tersebut juga digunakan saling bergantian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak, mutu teknis dan biaya. Oleh sebab itu,

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).
  2. Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
  3. Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
  4. Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru. Seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru.
  5. Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
  6. Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih (teknologi tinggi) bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

Imansjah Alipande (2000 : 153) mengemukakan, “Alat bantu mengajar atau alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan  dalam mengajar agar pengajaran dapat  berlangsung efektif dan efisien.

sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sewa-bus-pariwisata-kudus/