Fungsi Kerjasama ASEAN di Bidang Pendidikan (SEAMEO) dan Dampak yang Dapat Dirasakan bagi Negara Indonesia

Fungsi Kerjasama ASEAN di Bidang Pendidikan (SEAMEO) dan Dampak yang Dapat Dirasakan bagi Negara Indonesia

Kerjasama antara negara-negara di ASEAN sangatlah memberikan dampak positif bagi para anggotanya tak terkecuali kerjasama dalam bidang pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan dinilai memainkan peran penting dalam mempersempit kesenjangan pembangunan di kawasan ASEAN. Bukti kerjasama ASEAN dalam bidang pendidikan yaitu dengan digalakkannya Rencana Kerja 5-Tahun ASEAN tentang Pendidikan (2011-2015) yang terdapat lima prioritas diantaranya yaitu (1) Mempromosikan kesadaran ASEAN, yang mana kesadaran akan ASEAN secara khusus ditanamkan dengan baik melalui kurikulum di sekolah khususnya di sekolah dasar; (2) Meningkatkan akses ke pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas; (3) Meningkatkan kualitas pendidikan – standar kinerja, pembelajaran seumur hidup dan pengembangan profesional; (4) Mobilitas lintas batas dan internasionalisasi pendidikan; dan (5) Dukungan untuk badan sektoral lainnya dengan minat pendidikan.

Disamping itu terdapat pula kebijakan bidang pendidikan dikawasan ASEAN terhimpun dalam satu lembaga organisasi yang biasa disebut dengan SEAMEO atau Southeast Asian Ministers of Education Organization. SEAMEO adalah kunci dari stakeholder dalam dunia pendidikan atau pemangku kepentingan pendidikan utama di ASEAN. Dewan pengurusnya terdiri atas sebelas Menteri Pendidikan dari masing-masing Negara Anggota ASEAN, diantaranya  Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Dalam praktiknya, mereka merupakan pemangku kepentingan utama (stakeholder utama) di ASEAN dan memberikan kontribusi yang signifikan untuk pencapaian aspirasi ASEAN. SEAMEO telah ada sejak tahun 1965. Di bidang pendidikan, bidang-bidang prioritas SEAMEO diantaranya keterampilan abad ke-21; pengembangan profesional berkelanjutan untuk guru dan tenaga kependidikan; pendidikan untuk Semua; pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan; pendidikan yang lebih tinggi; dan pengoptimalan penerapan strategi pembelajaran TVET (Technical and Vocational Education and Training). SEAMEO memiliki 20 Pusat Regional yang berfokus pada pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya. Serta dua belas di antaranya berfokus pada pengembangan pendidikan. Pusat Regional SEAMEO yang pertama yaitu tentang Inovasi Pendidikan dan Teknologi yang berada di Filipina; kemudian Pusat Regional SEAMEO untuk Pendidikan dan Pengembangan Tinggi (SEAMEO Regional Centre for Higher Education and Development) berada di Thailand; Pusat Regional SEAMEO tentang Pendidikan Sains dan Matematika (SEAMEO Regional Centre on Science and Mathematics Education) di Malaysia; selanjutnya Pusat Pelatihan Regional SEAMEO (SEAMEO Regional Training Centre) di VietNam; Pusat Regional SEAMEO tentang Pendidikan Teknis dan Kejuruan (SEAMEO Regional Centre on Technical and Vocational Education) di Brunei Darussalam; Pusat Bahasa Regional SEAMEO (SEAMEO Regional Language Centre) di Singapura dan Singapura tiga Pusat Regional SEAMEO untuk Peningkatan Kualitas Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Sains, Bahasa dan Matematika di Indonesia. Semua Pusat SEAMEO tersebut melayani para anggota/ negara-negara ASEAN, dan bahkan lebih jauh lagi (diluar negara-negara di kawasan ASEAN).  Disamping itu SEAMEO juga memiliki sepuluh proyek yang sedang dibangun dan diimplementasikan untuk mengatasi masalah akses, kesetaraan dan kualitas pendidikan sebagai kantong peserta didik yang membutuhkan yang berada di Asia Tenggara. Kelompok-kelompok yang menjadi sasaran adalah mereka yang difabel yang ingin mendapatkan kesempatan belajar, mereka yang berada pada kumpulan masyarakat di daerah terpencil, anak-anak perempuan dan wanita, anak-anak usia pra sekolah, anak-anak yang terkena dampak dan terinfeksi penyakit HIV dan AIDS, anak-anak yang terkena dampak bencana alam, siswa yang berpotensi memiliki risiko putus sekolah dan lainnya.

baca jgua :