Data Sains, Peluang Kurangi Pengangguran Lulusan SMK

Data Sains, Peluang Kurangi Pengangguran Lulusan SMK

Data Sains, Peluang Kurangi Pengangguran Lulusan SMK

Data Sains, Peluang Kurangi Pengangguran Lulusan SMK
Data Sains, Peluang Kurangi Pengangguran Lulusan SMK

Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK) yang awalnya bertujuan melahirkan lulusan siap kerja justru menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Agustus 2019 jumlah pengangguran terbuka Indonesia mencapai 7,05 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) itu didominasi oleh lulusan SMK, yakni 10,42 persen dari jumlah keseluruhan.

Fenomena itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi SMK,

terlebih di era revolusi industri 4.0 dengan persaingan yang lebih ketat seperti sekarang.
Mentor Sekolah Data Sains (SADASA) Academy, Krisostomus Nova Rahmanto, mengatakan era revolusi industri ibarat dua mata pisau. Di satu sisi, revolusi industri akan mendisrupsi sejumlah pekerjaan yang digantikan dengan mesin dan kecerdasan buatan. Namun di sisi lain, era revolusi industri 4.0 juga melahirkan pekerjaan-pekerjaan baru yang potensial, salah satunya sebagai data saintis. Menurutnya, potensi untuk mengelola data sains sangat besar, terlebih Indonesia merupakan produsen data terbesar.

“Dari setiap individu itu bisa memproduksi data mulai dari nama,

kemudian umur, gender atau jenis kelamin,” kata Nova dalam Talkshow SMK 4.0 Beasiswa Data Science Course Khusus Siswa SMK, di Jogaj Digital Valley, Senin (16/12).

 

Baca Juga :