Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula

Budidaya Jamur Kuping – Jamur kuping adalah keliru satu tipe jamur yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Karena permintaan pasar pada jamur kuping ini cukup tinggi, tak heran selanjutnya banyak orang yang merasa membudidayakannya. Selain aspek tersebut, keuntungan yang sanggup diperoleh dari budidaya jamur kuping ini sendiri cukup besar. Namun, tentunya tersedia tata cara spesifik di dalam membudidaya jamur kuping sendiri agar hasilnya sanggup melinpah dan kualitasnya bagus.

Untuk cara budidaya jamur kuping sendiri memang cukup mudah, tersedia tahapan-tahapan terutama yang memang mesti dilakukan secara berutan. Dan di bawah ini telah kami rangkumkan cara budidaya jamur kuping yang mudah, terutama untuk Anda para pemula.

Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula
Sebelum mengkaji lebih lanjut, mesti Anda ketahui jikalau jamur kuping ini terdiri dari lebih dari satu tipe yang sanggup dikonsumsi. Setidaknya tersedia 3 tipe yang paling banyak dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat kita, diantaranya jamur kuping merah, jemur kuping hitam dan jamur kuping jelly atau agar. Beberapa tipe berikut tak jauh tidak serupa untuk cara budidayanya, meliputi penentuan bibit, persiapan fasilitas tanam, fermentasi, pembuatan baglog, sterilisasi, penanaman dan inkubasi. Semuanya akan kami kupas secara lengkap di bawah ini.

Pemilihan bibit unggul
Cara budidaya jamur kuping yang pertama adalah Anda mesti melakukan penentuan bibit jamur kuping unggulan atau berkualitas. Ini punya tujuan agar hasilnya nanti termasuk berkualitas. Untuk bibit jamur kuping memiliki kwalitas ini, Anda sanggup membelinya di toko aneka bibit pertanian.

Menyiapkan fasilitas tanam
Selanjutnya adalah mempersiapkan fasilitas tanam untuk jamur kupingnya nanti. Beberapa bahan yang mesti dipersiapkan untuk fasilitas tanam jamur kuping, diantaranya serbuk gergaji kayu, bekatul, kapur dan air secukupnya. Untuk pembuatannya, Anda sanggup mengkombinasikan semua bahan berikut hingga merata.

Fermentasi
Media tanam yang telah dipersiapkan tadi baru di fermentasu terutama dahulu sebelum akan nantinya digunakan. Fermentasi ini sendiri punya tujuan agar fasilitas tanam sanggup lebih ideal pada perkembangan jamurnya nanti. Untuk caranya fermentasinya Anda sanggup mendiamkan terutama dahulu fasilitas tanam tadi sepanjang 4-5 hari. Media tanam termasuk mesti dilakukan bolak-balik setidaknya 2 hari sekali. Pada tahap ini biasanya suhu pada fasilitas tanam akan meningkat hingga 70 derajat celcius. Media tanam yang telah jadi, ditandai dengan berubahnya warna menjadi coklat atau kehitaman.

Membuat baglog
Setelah fasilitas tanam telah siap, selanjutnya adalah membawa dampak baglog untuk tempat jamur kupingnya nanti. Siapkan saja plastik tahan panas dengan ukuran 30×20 cm dengan ketebalan plastik 0,5 mm. Isikan fasilitas tanam yang telah difermentasi tadi dengan dosis 1 kg per plastik.

Pemadatan termasuk mesti dilakukan hingga plastik yang memuat fasilitas tanam menyerupai botol atau baglog. Selanjutnya bentuklah leher plastik mengerucut agar nantinya sanggup leboh ringan selagi akan memasangkan ring. Dan terakhir, tutup mulut baglog pakai kapas dan penutup baglog hingga rapat.

Sterilisasi
Sterilisasi diperlukan dengan obyek suapaya mikroba-mikroba yang tersedia tidak turut tumbuh pada fasilitas tanam. Penyterilan dilakukan dengan cara mengalirkan uap air dengan pakai pipa ke di dalam kubung. Langkah ini biasanya dilakukan sepanjang 7-8 jam, kemudian bagblog yang telah steril dipindahkan ke area inokulasi.

Inokulasi
Selanjutnya untuk cara budidaya jamur kuping yang mesti dilakukan adalah inokulsi. Inokulasi berarti penanaman bibit jamur kuping pada fasilitas tanam yang telah disterilkan tadi. Perlu diingat, kumbung yang digunakan untuk sistem inokulasi ini haruslah steril. Untuk tahapan inokulasinya, silahkan review di bawah ini :

Mula-mula bersihkan tangan dengan pakai alkohol sekurang-kurangnya 70%
Selanjutnya panaskan stik besi pakai api spirtus, kemudian dinginkan
Sterilkan tutup botol baglog pakai alkohol 70%
Ambillah kapas baglog diatas pemanas api spirtus untuk menahan kontaminasi dengan zat-zat lain
Masukkan stik besi ke di dalam botol baglog, lantas lepaskan kembali
Lepaskan penutup baglog kemudian tanamkan bibit jamur kuping ke mulut baglog
Goyang-goyangkan ring pengikat agar bibit sanggup tersebar lebih merata, lantas kemudian tutup kembali

Inkubasi
Dan cara selanjutnya adalah inkubasi yang dilakukan untuk obyek mempercepat perkembangan miselium jamur kuping. Inkubasi ini sendiri dilakukan dengan suhu 280-350 derajat celcius, kelembapan 80% dan sinar lampu TL berwatt 60. Umumnya inkubasi akan berlangsung sepanjang 5-8 minggu dengan ditandai munculnya miselium berwarna putih yang menyelimuti anggota dari botol baglog.

Masa Panen
Untuk era panen ini sendiri sanggup dilakukan dengan ditandai jamur yang bergelombang dibagian tepinya. Umumnya, jamur kuping ini sendiri sanggup dipanen tiap tiap 3-4 minggu sekali. Dan di dalam 1 periode yakni sepanjang 5-6 bulan, jamur kuping sanggup dipanen hingga 4-6 kali.

Demikian tadi cara budidaya jamur kuping untuk pemula yang sanggup Anda terapkan. Semoga Info diatas bermanfaat.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/