Begini Kisah Peserta Ikuti Ujian SBMPTN Gunakan Android

Begini Kisah Peserta Ikuti Ujian SBMPTN Gunakan Android

Begini Kisah Peserta Ikuti Ujian SBMPTN Gunakan Android

Begini Kisah Peserta Ikuti Ujian SBMPTN Gunakan Android
Begini Kisah Peserta Ikuti Ujian SBMPTN Gunakan Android

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018, ribuan peserta nervous atau gerogi saat masuk ruang ujian di Universitas Padjadjaran (Unoad) Jatinangor, Sumedang, Selasa (8/5).

Peserta SBMPTN, Cica Kuswenti, 18, mengatakan dirinya sangat gugup menghadapi tes masuk perguruan tinggi negeri itu. Pasalnya, dirinya hanya sendiri dan tidak ada teman yang dikenalnya di ruang tersebut.

“Pengalaman, ya gitu weh deg-degan soalnya enggak ada yang kenal di ruangan.

Liat orang lain tuh asa nervous takut mungkin karena pengalaman pertama kali,” kata Cica usai tes SBMPTN di Unpad Jatinangor, Sumedang, Selasa (8/5).
Begini Kisah Peserta Ikuti Ujian SBMPTN Gunakan Android
Peserta SBMPTN 2018, Cica Kuswenti usai melakukan tes di Unpad Jatinangor, Sumedang, Selasa (8/5). (Siti Fatonah/ JawaPos.com)

Selain gugup karena tidak ada teman yang dikenal, dirinya pun merasa pegal dan sakit pinggang usai tes. Sebab, peserta dari SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung itu melakukan tes menggunakan basis android.

“tadi ikut basis android, pakai handphone sendiri. Enggak ada bedanya sih ujian pakai komputer

atau android, tapi kalau pakai android merasa pegel pinggangnya,” jelasnya.

Cica mengakui, dirinya sakit pinggang karena harus mengerjakan soal di layar yang hanya 5 inchi. Karena, lanjutnya harus menunduk dan fokus ke layar. Sehingga pinggang terasa pegal.

“Enggak enaknya penggel pinggangnya, Kan harus liat layar kecil dan nunduk. Tapi kadang-kadang handphone diangkat (depan wajah),” ujarnya.

Perihal antisipasi ada yang nyontek, dirinya meredupkan pencahayaan layar handphone. Sehingga peserta lain tidak bisa melihat.

Menurut ceritanya, saat tes berlangsung ada sedikit gangguan yakni handphone

seorang peserta tiba-tiba berbunyi. “Kalau saya enggak ada kendala, baterai full dan bawa powerbank. Tapi lucu temen sebelah handphonenya bunyi, itu bunyi alarm. Pengawas ngiranya telepon,” tuturnya.

Seluruh peserta sebelum memulai tes, diwajibkan untuk menaati aturan yang berlaku. Yakni tidak memasang sim card, membawa powerbank dan lainnya.

Atas kerja kerasnya ini, diharapkan ada hasil yang mengembirakan. Karena, kata dia, ingin sekali masuk Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia lewat jalur SBMPTN ini. Optimis dan terus berdoa, karena semua usaha sudah dimaksimalkan saat tes berlangsung. Kalaupun gagal, dirinya akan menerima dengan lapang dada.

 

Baca Juga :